Download dan Mainkan Game Moodo Marble

18 komentar
Moodo Marble yaitu permainan board game paling popular serta menyenangkan saat ini, dan merupakan game portal Indonesia yang baru di luncurkan tahun 2013 ini, disini anda dapat beli serta jual gedung di kota impian kamu seperti halnya bermain monopoli yang pernah kita mainkan sewaktu kecil dulu, kalau yang tidak pernah bermain monopoli berarti masa kecilnya kurang bahagia hehehe.

Tetapi bedanya yang ini dimainkan secara online. Dikarenakan modoo marble dibuat bagi kalangan seluruh umur bukan hanya anak-anak, anda dapat memainkan game tersebut bersama rekan juga keluarga di rumah. 

Cara mendownload aplikasi launcer Moodo Marbel:
  • Silahkan kunjungi situs resminya disini.
  • Lakukan Sign up (Free) *lihat gambar di bawah

  • Klik DAFTAR BARU pada menu di tampilan gambar di atas.
  • Isikan data lengkap diri anda seperti halnya akan membuat akun-akun lainnya.
  • Jika sudah maka kembali ke homepage dan lakukan Sign in. Lihat gambar di bawah

  • Lalu lakukan Download Game dengan meng-klik tombol download di bawah ID anda. Lihat gambar di atas.
  • Kemudian anda akan masuk ke page download. Lihat gambar di bawah.



  • Klik link downloadnya, tunggu hingga proses download selesai.
  • Setelah itu lakukan langkah installasi pada PC/Laptop anda.
  • Setelah selesai Installasi, buka aplikasi launcernya. Lihat gambar di bawah.


  • Masukkan ID dan Password yang telah anda buat. Tunggu sebentar lalu anda akan masuk pada game. Lihat gambar di bawah.


  • Setelah itu pilih room mana yang ingin anda masuki untuk memulai permainan.
  • Pada pojok kanan atas itu adalah data diri anda.
Oke teman-teman semua silahkan main dan menangkan permainannya, di jamin seru dan bakal ketagihan. Selamat bermain.

Salam Bang Dayat.


Read More »

Modem Sedang Gangguan itu Sesuatu

8 komentar
Assalamualaikum Wr. Wb.

Selamat siang menjelang sore kawan-kawan semua, kembali lagi saya untuk mencoba menuliskan kata demi kata dengan jemari saya yang tidak begitu lincah karena tidak bisa mengetik dengan sepuluh jari, hanya beberapa saja. Oke bukan permasalahan mengetik dengan sepuluh jari yang akan saya bahas sekarang.

Sesuai dengan judul postingan ini, pernahkah anda ngalami hal sama yang seperti saya alami saat ini? ya tepatnya pukul 14.15 (mungkin sekitar itu), sangat membosankan sekali jika jaringan sedang lelet, tidak tahu pasti mengapa bisa lelet, apakah paket prabayarnya yang sudah jatuh tempo ataukah providernya yang sedang pelit, yang jelas modem ini baru saya isi ulang.

Sedang asyik-asyiknya browsing menjelajahi dunia maya yang begitu luas untuk mencari bahan-bahan sebagai tugas kuliah, tiba-tiba jaringannya lelet, mendadak kesal hati saya, bisa di lihat pada gambar berikut ini.

Screenshoot

Sengaja saya tampilkan merk penyedia layanan dan tidak saya potong gambarnya agar salah satu dari pihak mereka yang sedang nyasar ke blog ini dan membaca postingan ini bisa meningkatkan kualitas jaringannya agar tidak seperti ini.

Bisa kalian lihat bahwa grafik sebelumnya menunjukkan mencapai kecepatan 3420 kbps berubah menjadi 12.15 kbps, ampun deh lelet bener jadinya, padahal tugas ini hampir jatuh tempo waktu di kumpulkannya.

oya kawan, ini adalah ceritaku, bagaimana ceritamu dengan modem yang kamu pilih?


Read More »

Apa itu Geologi dan Seorang Geologist

17 komentar
Seorang Geologist ? apakah di antara kalian ada yang bertanya-tanya apa itu seorang Geologist dan apa pekerjaan yang mereka kerjakan. Saya sudah tahu bahwa pertanyaan itu lah yang menjadi bahan pertama kali jika anda mendengar kata Geologist.

Saya akan jelaskan secara perlahan ya, oke Geologist adalah seseorang yang memahami hal apa saja tentang bumi tempat kita berpijak ini baik itu yang ada di dalam bumi maupun yang ada di permukaan bumi, bahkan bagaimana bumi ini bisa terbentuk, apa yang bisa menyebabkan adanya daratan dan adanya lautan. begitulah bahasa awamnya supaya kalian bisa dengan mudah memahaminya.

Karena berawal dari kata Geologi ( Geo = Bumi dan Logi = Ilmu) jadi adalah ilmu yang mempelajari bumi. Walaupun masih banyak definisi yang telah ada sebelumnya tentang apa itu Geologist, jadi intinya adalah Geologist itu seseorang yang ahli dalam bidang Geologi atau ahli kebumian.

Mari lihat gambar di bawah ini.




Cabang-cabang ilmu geologi:

  • Geologi mempelajari lapisan batuan dari kulit Bumi (atau litosfer) dan perkembangan sejarahnya. Cabang utama dari ilmu ini adalah mineralogi, petrologi, geokimia, paleontologi, stratigrafi dan sedimentologi.
  • Geofisika mempelajari sifat-sifat fisis Bumi, seperti bentuk Bumi, reaksi terhadap gaya, serta medan potensial Bumi (medan magnet dan gravitasi). Geofisika juga menyelidiki interior Bumi seperti inti, mantel Bumi, dan kulit Bumi serta kandungan-kandungan alaminya.
  • Geodesi ilmu tentang pengukuran dan pemetaan permukaan Bumi dan dasar laut.
  • Ilmu tanah mempelajari lapisan terluar kulit Bumi yang terlibat dalam proses pembentukan tanah (atau pedosfer). Disiplin ilmu utama antara lain adalah edafologi dan pedologi.
  • Glasiologi mempelajari bagian es dari Bumi (atau kriosfer).
  • Ilmu atmosfer mempelajari bagian gas dari Bumi (atau atmosfer) antara permukaan Bumi sampai lapisan eksofer (~1000 km).
  • Klimatologi (Yunani: κλίμα, Klima, "wilayah, zona"; dan-λογία,-logia) adalah studi iklim, ilmiah didefinisikan sebagai kondisi cuaca rata-rata selama periode waktu tertentu, dan merupakan cabang dari ilmu atmosfer . Pengetahuan dasar iklim dapat digunakan dalam peramalan cuaca jangka pendek dengan menggunakan teknik analog seperti El Niño - Southern Oscillation (ENSO), yang Madden-Julian Oscillation (MJO), Osilasi Atlantik Utara (NAO), Annualar Utara Mode (NAM ), osilasi Arktik (AO), Pasifik Utara (NP) Index, Decadal Pasifik Oscillation (PDO), dan Pasifik Interdecadal Osilasi (IPO). Model iklim digunakan untuk berbagai tujuan dari studi mengenai dinamika iklim cuaca dan sistem untuk proyeksi iklim pada masa mendatang.Kimia atmosfer adalah cabang ilmu atmosfer yang mempelajari kimia atmosfer Bumi dan planet-planet lain. Bidang multidisiplin ini melibatkan kimia lingkungan, fisika, meteorologi, pemodelan komputer, oseanografi, geologi, vulkanologi, dan disiplin-disiplin lainnya. Riset-riset yang dilakukannya semakin berhubungan dengan bidang ilmu lain seperti klimatologi.
  • Meteorologi adalah ilmu yang mempelajari atmosfer Bumi khususnya untuk keperluan prakiraan cuaca. Kata ini berasal dari bahasa Yunani meteoros atau ruang atas (atmosfer), dan logos atau ilmu pengetahuan yang mempelajari dan membahas gejala perubahan cuaca yang berlangsung di atmosfer.Hidrometeorologi.
  • Paleoklimatologi merupakan ilmu mengenai perubahan iklim yang terjadi dalam seluruh rentang sejarah Bumi.
  • Biogeografi adalah cabang dari biologi yang mempelajari tentang keaneka ragaman hayati berdasarkan ruang dan waktu. Cabang keilmuan ini bertujuan untuk mengungkapkan mengenai kehidupan suatu organisme dan apa yang mempengaruhinya.
  • Paleontologi adalah ilmu yang mempelajari tentang sejarah kehidupan di Bumi termasuk hewan dan tumbuhan zaman lampau yang telah menjadi fosil.
  • Palinologi merupakan ilmu yang mempelajari polinomorf yang ada saat ini dan fosilnya, diantaranya serbuk sari, sepura, dinoflagelata, kista, acritarchs, chitinozoa, dan scolecodont, bersama dengan partikel material organik dan kerogen yang terdapat pada sedimen dan batuan sedimen.
  • Mikropaleontologi merupakan cabang paleontologi yang mempelajari mikrofosil.
  • Geomikrobiologi adalah ilmu yang menggabungkan geologi dan mikrobiologi, dan mempelajari interaksi organisme mikroskopis dengan lingkungan anorganik, seperti pada batuan sedimen. Bidang ini menjadi penting ketika berhubungan dengan mikroorganisme dalam akuifer dan suplai air minum umum.
  • Hidrologi (berasal dari Bahasa Yunani: Yδρoλoγια, Yδωρ+Λoγos, Hydrologia, "ilmu air") adalah cabang ilmu teknik sipil yang mempelajari pergerakan, distribusi, dan kualitas air di seluruh Bumi, termasuk siklus hidrologi dan sumber daya air. Orang yang ahli dalam bidang hidrologi disebut hidrolog, bekerja dalam bidang ilmu Bumi dan ilmu lingkungan, serta teknik sipil dan teknik lingkungan.
  • Glasiologi (dari bahasa Perancis glace yang berarti es dan bahasa Yunani Λoγος (logos) yang berarti ilmu) adalah ilmu yang mempelajari tentang sifat-sifat fisika dan kimia dari es dan salju (gletser), pembentukan formasi, pergerakan dan juga evolusinya.
  • Limnologi (dari bahasa Inggris: limnology, dari bahasa Yunani: lymne, "danau", dan logos, "pengetahuan") merupakan padanan bagi biologi perairan darat, terutama perairan tawar. Lingkup kajiannya kadang-kadang mencakup juga perairan payau (estuaria). Limnologi merupakan kajian menyeluruh mengenai kehidupan di perairan darat, sehingga digolongkan sebagai bagian dari ekologi.
  • Hidrogeologi (hidro- berarti air, dan -geologi berarti ilmu mengenai batuan) merupakan bagian dari hidrologi yang mempelajari penyebaran dan pergerakan air tanah dalam tanah dan batuan di kerak Bumi (umumnya dalam akuifer). Istilah geohidrologi sering digunakan secara bertukaran. Beberapa kalangan membuat sedikit perbedaan antara seorang ahli hidrogeologi atau ahli rekayasa yang mengabdikan dirinya dalam geologi (geohidrologi), dan ahli geologi yang mengabdikan dirinya pada hidrologi (hidrogeologi)
  • Oseanografi (berasal dari bahasa Yunani oceanos yang berarti laut dan γράφειν atau graphos yang berarti gambaran atau deskripsi juga disebut oseanologi atau ilmu kelautan) adalah cabang dari ilmu Bumi yang mempelajari segala aspek dari samudera dan lautan. Secara sederhana oseanografi dapat diartikan sebagai gambaran atau deskripsi tentang laut. Dalam bahasa lain yang lebih lengkap, oseanografi dapat diartikan sebagai studi dan penjelajahan (eksplorasi) ilmiah mengenai laut dan segala fenomenanya. Laut sendiri adalah bagian dari hidrosfer. Seperti diketahui bahwa Bumi terdiri dari bagian padat yang disebut litosfer, bagian cair yang disebut hidrosfer dan bagian gas yang disebut atmosfer.

Sementara itu bagian yang berkaitan dengan sistem ekologi seluruh makhluk hidup penghuni planet Bumi dikelompokkan ke dalam biosfer. Ilmu oceanografi dapat dibagi menjadi beberapa cabang :
  • Biologi laut atau oceanografi biologi, ilmu mengenai tumbuhan, binatang dan mikrobe (biota) samudera dan interaksi ekologi mereka.
  • Oceanografi kimia atau kimia laut, ilmu mengenai kimia samudera dan interaksi kimianya dengan atmosfer.
  • Geologi laut atau oceanografi geologi, ilmu mengenai geologi dasar laut termasuk tektonik lempeng.
  • Oceanografi fisika ilmu mengenai ciri fisik samudera termasuk struktur suhu-salinitas, pencampuran, ombak, pasang, dan arus.
  • Rekayasa laut mencakup disain dan membangun anjungan minyak, kapal, pelabuhan, dan struktur lainnya sehingga memungkinkan kita untuk menggunakan samudera dengan bijaksana.
  • Geologi ekonomi berhubungan dengan material Bumi yang dapat digunakan untuk tujuan ekonomi dan/atau industri.
  • Geologi rekayasa adalah penerapan ilmu geologi dalam praktek rekayasa untuk tujuan menjamin faktor-faktor geologi yang mempengaruhi lokasi, disain, konstruksi, operasi dan perawatan pekerjaan rekayasa telah dikenali dan diperhitungkan dengan matang.
  • Geologi lingkungan Mengelola sumberdaya geologi dan hidrogeologi seperti bahan bakar fosil, mineral, air (permukaan dan air bawah permukaan), dan tata guna lahan. Menetapkan dan mengurangi kemungkinan akibat bencana alam pada manusia. Mengelola pembuangan sampah industri dan rumah tangga serta mengurangi atau menghilangkan efek polusi.
  • Geologi sejarah menggunakan prinsip-prinsip geologi untuk merekonstruksi dan memahami sejarah Bumi. Bidang ini berfokus pada proses-proses geologi yang mengubah permukaan dan bawah permukaan Bumi, dan penggunaan stratigrafi, geologi struktur, serta paleontologi untuk menjelaskan urutan kejadian tersebut. Bidang ini juga berfokus pada evolusi tumbuhan dan binatang selama periode waktu berbeda dalam skala waktu geologi.
  • Geologi kuarter
  • Sedimentologi adalah ilmu yang mempelajari pembentukan lapisan tanah karena pengendapan tanah yang mengalami perpindahan dari tempat lain.
  • Stratigrafi adalah studi mengenai sejarah, komposisi dan umur relatif serta distribusi perlapisan tanah dan interpretasi lapisan-lapisan batuan untuk menjelaskan sejarah Bumi. Dari hasil perbandingan atau korelasi antarlapisan yang berbeda dapat dikembangkan lebih lanjut studi mengenai litologi (litostratigrafi), kandungan fosil (biostratigrafi), dan umur relatif maupun absolutnya (kronostratigrafi). stratigrafi kita pelajari untuk mengetahui luas penyebaran lapisan batuan.
  • Geologi struktur adalah studi mengenai distribusi tiga dimensi tubuh batuan dan permukaannya yang datar ataupun terlipat, beserta susunan internalnya.
  • Geokimia adalah cabang ilmu geologi yang mempelajari komposisi-komposisi kimia bagian dari Bumi misalnya pada lithosfer yang sebagian besar komposisi kimianya adalah silikat serta pada daerah stalaktit dan stalagmit banyak ditemukan CaCO3.
  • Geomorfologi adalah sebuah studi ilmiah terhadap permukaan Bumi dan poses yang terjadi terhadapnya. Secara luas, berhubungan dengan landform (bentuk lahan) tererosi dari batuan yang keras, namun bentuk konstruksinya dibentuk oleh runtuhan batuan, dan terkadang oleh perolaku organisme di tempat mereka hidup. “Surface” (permukaan) jangan diartikan secara sempit; harus termasuk juga bagian kulit Bumi yang paling jauh. Kenampakan subsurface terutama di daerah batugamping sangat penting dimana sistem gua terbentuk dan merupakan bagian yang integral dari geomorfologi.
  • Geofisika adalah bagian dari ilmu Bumi yang mempelajari Bumi menggunakan kaidah atau prinsip-prinsip fisika. Di dalamnya termasuk juga meteorologi, elektrisitas atmosferis dan fisika ionosfer. Penelitian geofisika untuk mengetahui kondisi di bawah permukaan Bumi melibatkan pengukuran di atas permukaan Bumi dari parameter-parameter fisika yang dimiliki oleh batuan di dalam Bumi. Dari pengukuran ini dapat ditafsirkan bagaimana sifat-sifat dan kondisi di bawah permukaan Bumi baik itu secara vertikal maupun horisontal.
  • Geokronologi merupakan ilmu untuk menentukan umur absolut batuan, fosil, dan sedimen, dalam suatu tingkat ketidakpastian tertentu yang melekat dalam metode yang digunakan. Berbagai macam metode penentuan umur digunakan oleh ahli geologi untuk mencapai hal tersebut.
  • Hidrogeologi (hidro- berarti air, dan -geologi berarti ilmu mengenai batuan) merupakan bagian dari hidrologi yang mempelajari penyebaran dan pergerakan air tanah dalam tanah dan batuan di kerak Bumi (umumnya dalam akuifer). Istilah geohidrologi sering digunakan secara bertukaran. Beberapa kalangan membuat sedikit perbedaan antara seorang ahli hidrogeologi atau ahli rekayasa yang mengabdikan dirinya dalam geologi (geohidrologi), dan ahli geologi yang mengabdikan dirinya pada hidrologi (hidrogeologi).
  • Mineralogi merupakan ilmu Bumi yang berfokus pada sifat kimia, struktur kristal, dan fisika (termasuk optik) dari mineral. Studi ini juga mencakup proses pembentukan dan perubahan mineral.
  • Kristalografi adalah sains eksperimental yang bertujuan menentukan susunan atom dalam zat padat. Dahulu istilah ini digunakan untuk studi ilmiah kristal. Kata "kristalografi" berasal dari kata bahasa Yunani crystallon = tetesan dingin/beku, dengan makna meluas kepada semua padatan transparan pada derajat tertentu, dan graphein = menulis.
  • Gemologi
  • Petrologi adalah bidang geologi yang berfokus pada studi mengenai batuan dan kondisi pembentukannya. Ada tiga cabang petrologi, berkaitan dengan tiga tipe batuan: beku, metamorf, dan sedimen. Kata petrologi itu sendiri berasal dari kata Bahasa Yunani petra, yang berarti "batu".
  • Vulkanologi merupakan studi tentang gunung berapi, lava, magma, dan fenomena geologi yang berhubungan. Seorang ahli vulkanologi adalah orang yang melakukan studi pada bidang ini. Istilah vulkanologi berasal dari Bahasa Latin Vulcan, dewa api Romawi.
  • Ilmu tanah adalah pengkajian terhadap tanah sebagai sumber daya alam. Dalam ilmu ini dipelajari berbagai aspek tentang tanah, seperti pembentukan, klasifikasi, pemetaan, berbagai karakteristik fisik, kimiawi, biologis, kesuburannya, sekaligus mengenai pemanfaatan dan pengelolaannya. Tanah adalah lapisan yang menyeliputi Bumi antara litosfer (batuan yang membentuk kerak Bumi) dan atmosfer. Tanah menjadi tempat tumbuh tumbuhan dan mendukung kehidupan hewan dan manusia.
  • Edafologi (dipinjam dari bahasa Inggris: edaphology, yang membentuknya dari dua kata bahasa Yunani ἔδαφος, edaphos, "tanah, pijakan"; dan -λογία, -logia, "lambang", "pengetahuan"), atau ilmu kesuburan tanah, adalah salah satu dari dua cabang utama ilmu tanah yang mempelajari peran tanah sebagai pendukung kehidupan, terutama tumbuhan. Cabang utama ilmu tanah yang lain adalah pedologi.
  • Geografi adalah ilmu yang mempelajari tentang lokasi serta persamaan dan perbedaan (variasi) keruangan atas fenomena fisik dan manusia di atas permukaan Bumi. Kata geografi berasal dari Bahasa Yunani yaitu gêo ("Bumi") dan graphein ("menulis", atau "menjelaskan").
  • Penginderaan Jauh merupakan terjemahan dari istilah remote sensing adalah ilmu, teknologi dan seni dalam memperoleh informasi mengenai objek atau fenomena di (dekat) permukaan Bumi tanpa kontak langsung dengan objek atau fenomena yang dikaji, melainkan melalui media perekam objek atau fenomena yang memanfaatkan energi yang berasal dari gelombang elektromagnetik dan mewujudkan hasil perekaman tersebut dalam bentuk citra.
  • Kartografi atau pemetaan mempelajari representasi permukaan Bumi dengan simbol abstrak. Bisa dibilang, tanpa banyak kontroversi, kartografi merupakan penyebab meluasnya kajian geografi. Kebanyakan geografer mengakui bahwa ketertarikan mereka pada geografi dimulai ketika mereka terpesona oleh peta pada masa kecil mereka. walaupun subdisiplin ilmu geografi lainnya masih bergantung pada peta untuk menampilkan hasil analisisnya, pembuatan peta itu sendiri masih terlalu abstrak untuk dianggap sebagai ilmu terpisah.
Bocoran sedikit yaitu saya sendiri sedang menjalani pendidikan untuk menjadi seorang Geologist, dengan kata lain semua ilmu yang ada di atas akan saya pelajari satu persatu. Nah bagaimana kawan-kawan tertarik untuk mempelajari semua ilmu Geologi ? pastinya anda akan menjadi seorang ahli Geologi (Geologist), oke sudah kalau begitu sampai disini pertemuan kita.

Salam Bang Dayat


Read More »

Batuan Beku, Sedimen dan Metamorf

4 komentar

Jenis-jenis Batuan 



A. Batuan Beku 




1. Pengertian Batuan Beku 

Beku batu (berasal dari kata Latin yang berarti IGNIS api) adalah salah satu dari tiga jenis batuan utama, yang lainnya adalah batuan sedimen dan metamorf. Batuan beku yang terbentuk melalui pendinginan dan pembekuan magma atau lava. Batuan beku dapat terbentuk dengan atau tanpa kristalisasi, baik di bawah permukaan sebagai mengganggu (plutonik) batu atau di permukaan sebagai ekstrusif (vulkanik) batuan. Magma ini dapat diturunkan dari sebagian mencair pra-ada batu baik dalam mantel sebuah planet atau kerak. Biasanya, pencairan disebabkan oleh satu atau lebih dari tiga proses: peningkatan suhu, penurunan tekanan, atau perubahan komposisi. Lebih dari 700 jenis batuan beku telah dijelaskan, sebagian besar dari mereka telah terbentuk di bawah permukaan kerak bumi. 

2. Signifikansi Geologi 

Batuan beku dan metamorf membentuk 90-95% dari km 16 atas kerak bumi dengan volume. Batuan beku geologis penting karena: 

  • Mineral dan kimia global yang memberikan informasi tentang komposisi mantel, dari mana beberapa batuan beku yang diekstrak, dan kondisi suhu dan tekanan yang memungkinkan ekstraksi ini, dan / atau lainnya yang sudah ada batuan yang meleleh. 
  • Usia absolut mereka dapat diperoleh dari berbagai bentuk kencan radiometrik dan dengan demikian dapat dibandingkan dengan strata geologi yang berdekatan, sehingga urutan waktu kejadian. 
  • Fitur mereka biasanya karakteristik lingkungan tektonik yang spesifik, memungkinkan reconstitutions tektonik. 
  • Dalam beberapa keadaan khusus mereka host deposit mineral penting (bijih): misalnya, tungsten, timah, dan uranium yang umumnya terkait dengan granit dan batuan diorit, sedangkan bijih kromium dan platinum yang umumnya terkait dengan gabbros. 

3. Morfologi dan Pengaturan 

Dalam hal mode kejadian, batuan beku dapat berupa mengganggu (plutonik), ekstrusif (vulkanik) atau hypabyssal. 

1. Intrusif 

Batuan beku intrusif yang terbentuk dari magma yang mendingin dan mengeras dalam kerak planet. Dikelilingi oleh pra-ada rock (disebut rock country), magma mendingin perlahan-lahan, dan sebagai hasilnya batu-batu yang kasar berbutir. Butiran mineral dalam batuan tersebut secara umum dapat diidentifikasi dengan mata telanjang. Batuan intrusi juga dapat diklasifikasikan sesuai dengan bentuk dan ukuran tubuh mengganggu dan hubungannya dengan formasi lain ke yang intrudes. Formasi mengganggu khas batolit, saham, laccoliths, kusen dan tanggul. 

2. Ekstrusif 

Batuan beku ekstrusif terbentuk di permukaan kerak sebagai akibat dari pencairan sebagian batuan dalam mantel dan kerak. Batuan beku ekstrusif dingin dan mengeras lebih cepat daripada batuan beku intrusif. Karena batu dingin sangat cepat, mereka berbutir halus. 

Batu meleleh, dengan atau tanpa kristal ditangguhkan dan gelembung gas, disebut magma. Ini naik karena kurang padat dari batu dari mana ia diciptakan. Ketika magma mencapai permukaan dari bawah air atau udara, itu disebut lava. Letusan gunung berapi ke udara yang disebut sub-aerial, sedangkan yang terjadi di bawah laut yang disebut kapal selam. Perokok hitam dan mid-ocean ridge basalt adalah contoh dari aktivitas gunung berapi bawah laut. 

3. Hypabyssal 

Batuan beku Hypabyssal terbentuk pada kedalaman di antara batuan plutonik dan vulkanik. Ini terbentuk akibat pembekuan pendinginan dan resultan dari magma naik hanya di bawah permukaan bumi. Batu Hypabyssal kurang umum daripada batu plutonik atau vulkanik dan sering tanggul bentuk, kusen, laccoliths, lopoliths, atau phacoliths. 

4. Klasifikasi Kimia 

v Batuan beku ini dapat diklasifikasikan menurut parameter kimia dan mineralogi : 
  • Batuan beku felsic yang mengandung kadar silika tinggi, lebih besar dari 63% SiO2 (contoh granit dan riolit). 
  • Batuan beku intermediate yang mengandung antara 52 - 63% SiO2 (misalnya andesit dan dasit). 
  • Batuan beku mafik memiliki silika rendah 45-52% dan besi biasanya tinggi - kadar magnesium (misalnya gabro dan basalt). 
  • Batuan beku ultrabasa dengan kurang dari 45% silika. (contoh picrite, komatiite dan peridotit). 
  • Batuan beku bersifat alkali dengan 5 - 15% konten alkali (K2O + Na2O) atau dengan rasio molar alkali silika lebih besar dari 1:6. (contoh phonolite dan trachyte). 
v Kimia klasifikasi juga meluas untuk membedakan batu yang secara kimiawi serupa sesuai dengan diagram TAS, misalnya : 
  • Ultrapotassic, batuan yang mengandung K2O/Na2O molar> 3 
  • Peralkaline, batuan yang mengandung molar (K2O + Na2O) / Al2O3> 1 
  • Peralumina, batuan yang mengandung molar (K2O + Na2O) / Al2O3 <1 

5. Klasifikasi Mineralogi 

Untuk batuan vulkanik, mineralogi penting dalam klasifikasi dan penamaan lava. Kriteria yang paling penting adalah spesies phenocryst, diikuti oleh mineral masadasar. Seringkali, di mana massa dasar adalah aphanitic, kimia klasifikasi harus digunakan untuk benar mengidentifikasi batu vulkanik. 

  • Felsic rock, isi tertinggi silikon, dengan dominasi kuarsa, feldspar alkali dan / atau feldspathoids: mineral felsic, batu-batu (misalnya, granit, riolit) biasanya cahaya berwarna, dan memiliki kepadatan rendah. 
  • Mafik rock, isi lebih rendah dari silikon relatif terhadap batu felsic, dengan dominasi pyroxenes mineral mafik, olivines dan plagioklas yg mengandung kapur, batu-batu (misalnya, basal, gabro) biasanya berwarna gelap, dan memiliki kepadatan yang lebih tinggi daripada batu felsic. 
  • Ultramafik rock, isi terendah dari silikon, dengan lebih dari 90% dari mineral mafik (misalnya, dunit). 

Untuk batuan beku intrusif, plutonik dan biasanya phaneritic mana semua mineral yang terlihat melalui mikroskop setidaknya, mineralogi digunakan untuk mengklasifikasikan batu. Hal ini biasanya terjadi pada diagram terner, di mana proporsi relatif dari tiga mineral yang digunakan untuk mengklasifikasikan batu. 


B. Batuan Sedimen 





1. Pengertian Batuan Sedimen 

Batuan sedimen adalah jenis batuan yang terbentuk oleh pengendapan material di permukaan bumi dan dalam badan air. Sedimentasi adalah nama kolektif untuk proses yang menyebabkan mineral dan / atau partikel organik (detritus) untuk menyelesaikan dan mengumpulkan atau mineral yang endapan dari solusi. Partikel yang membentuk batuan sedimen dengan mengumpulkan disebut sedimen. Sebelum disimpan, sedimen dibentuk oleh pelapukan dan erosi di daerah sumber, dan kemudian diangkut ke tempat pengendapan oleh air, angin, gerakan es, massa atau gletser yang disebut agen penggundulan. 

Penutup batuan sedimen dari benua kerak bumi luas, namun kontribusi total batuan sedimen diperkirakan hanya 8% dari total volume kerak [1]. Batuan sedimen hanya lapisan tipis di atas kerak terdiri terutama batuan beku dan metamorf. Studi tentang batuan sedimen dan lapisan batuan memberikan informasi tentang permukaan yang berguna untuk teknik sipil, misalnya dalam pembangunan jalan, rumah, terowongan, kanal atau konstruksi lainnya. Batuan sedimen juga merupakan sumber penting dari sumber daya alam seperti batubara, bahan bakar fosil, air minum atau bijih. 

2. Klasifikasi 

v Berdasarkan proses pengendapannya 
  • batuan sedimen klastik 
  • batuan sedimen kimiawi 
  • batuan sedimen organic 
v Berdasarkan tenaga alam yang mengangkut 
  • batuan sedimen aerik 
  • batuan sedimen aquatik 
  • batuan sedimen marin 
  • batuan sedimen glastik 
v Berdasarkan tempat endapannya 
  • batuan sedimen limnik 
  • batuan sedimen fluvial 
  • batuan sedimen marine 
  • batuan sedimen teistrik 

3. Warna 

Warna dari batuan sedimen sering sebagian besar ditentukan oleh besi, unsur dengan dua oksida utama: besi (II) oksida dan besi (III) oksida. Besi (II) oksida hanya bentuk dalam keadaan anoxic dan memberikan batu abu-abu atau warna kehijauan. Besi (III) oksida sering dalam bentuk mineral hematit dan memberikan batu kemerahan sampai kecoklatan warna. Dalam iklim benua kering batu berada dalam kontak langsung dengan atmosfer, dan oksidasi adalah proses penting, memberikan batu warna merah atau oranye. Urutan tebal batuan sedimen merah terbentuk dalam iklim kering yang disebut tempat tidur merah. Namun, warna merah tidak selalu berarti batu yang terbentuk di lingkungan benua atau iklim kering. 

4. Tekstur 

Batuan klastik memiliki 'tekstur klastik', yang berarti mereka terdiri dari clasts. Orientasi 3D ini clasts disebut kain batu. Antara clasts batu dapat terdiri dari matriks atau semen (yang terakhir bisa terdiri dari kristal dari satu atau lebih mineral endapan). Ukuran dan bentuk clasts dapat digunakan untuk menentukan kecepatan dan arah arus di lingkungan sedimen di mana batu itu terbentuk, baik, lumpur berkapur hanya berdiam di air yang tenang, sementara clasts kerikil dan besar hanya disimpan oleh air bergerak cepat. Ukuran butir batu biasanya dinyatakan dengan skala Wentworth, meskipun skala alternatif digunakan kadang-kadang. 

Ukuran butir dapat dinyatakan sebagai diameter atau volume, dan selalu merupakan nilai rata-rata - batu terdiri dari clasts dengan ukuran yang berbeda. Distribusi statistik ukuran butir yang berbeda untuk jenis batuan yang berbeda dan dijelaskan dalam properti yang disebut pemilahan batu. Ketika semua clasts lebih atau kurang dari ukuran yang sama, batu itu disebut 'baik-diurutkan', ketika ada penyebaran besar dalam ukuran butir, batu ini disebut 'buruk diurutkan'. 

5. Mineralogi 

Batuan sedimen ost berisi baik kuarsa (terutama batu siliciclastic) atau kalsit (terutama batuan karbonat). Berbeda dengan batuan beku dan metamorf, batuan sedimen yang biasanya mengandung sangat sedikit mineral utama yang berbeda. Namun, asal-usul mineral dalam batuan sedimen seringkali lebih kompleks daripada dalam batuan beku. Mineral dalam batuan sedimen dapat terbentuk oleh curah hujan selama sedimentasi atau diagenesis. Dalam kasus kedua, endapan mineral dapat telah berkembang selama generasi tua semen. Sejarah diagenesa kompleks dapat dipelajari oleh mineralogi optik, menggunakan mikroskop petrografi. 

6. Fosil 

Di antara tiga jenis utama dari batu, fosil yang paling sering ditemukan dalam batuan sedimen. Tidak seperti kebanyakan batuan beku dan metamorf, batuan sedimen terbentuk pada suhu dan tekanan yang tidak menghancurkan sisa-sisa fosil. Seringkali fosil mungkin hanya terlihat ketika belajar di bawah mikroskop (microfossils) atau dengan kaca pembesar. 

Organisme mati di alam biasanya cepat dihapus oleh pemulung, bakteri, membusuk dan erosi, sedimentasi tetapi dapat berkontribusi untuk keadaan luar biasa di mana proses alam tidak mampu bekerja, menyebabkan fosilisasi. Kesempatan fosilisasi lebih tinggi ketika tingkat sedimentasi yang tinggi (sehingga bangkai dengan cepat terkubur), di lingkungan anoxic (di mana aktivitas bakteri sedikit terjadi) atau ketika organisme memiliki kerangka sangat sulit. Besar, fosil terawat relatif jarang. 

7. Struktur Primer Sedimen 

Struktur di batuan sedimen dapat dibagi menjadi 'primer' struktur (terbentuk selama pengendapan) dan 'sekunder' struktur (terbentuk setelah pengendapan). Tidak seperti tekstur, struktur selalu skala besar fitur yang dapat dengan mudah dipelajari di lapangan. Struktur sedimen dapat mengatakan sesuatu tentang lingkungan sedimen atau dapat berfungsi untuk memberitahu sisi mana awalnya dihadapi sampai mana tektonik telah miring atau terbalik lapisan sedimen. 

8. Strukttur Sekunder Sedimen 

Struktur sedimen sekunder adalah struktur dalam batuan sedimen yang terbentuk setelah pengendapan. Struktur tersebut membentuk secara kimia, fisika dan proses biologis di dalam sedimen. Mereka bisa menjadi indikator untuk keadaan setelah deposisi. Beberapa dapat digunakan sebagai jalan sampai kriteria. 


C. Batuan Metamorf 





1. Pengertian Batuan Metamorf 

Batuan metamorf timbul dari transformasi jenis batuan yang ada, dalam proses yang disebut metamorfisme, yang berarti "perubahan bentuk". Batu asli (protolith) yang mengalami panas dan tekanan, (suhu lebih besar dari 150 sampai 200 ° C dan tekanan 1500 bar) menyebabkan perubahan fisik dan / atau kimia yang mendalam. Protolith mungkin batuan sedimen, batuan beku atau batuan metamorf lain yang lebih tua.

Batuan metamorf menyusun sebagian besar dari kerak Bumi dan digolongkan berdasarkan tekstur dan oleh kimia dan kumpulan mineral (fasies metamorf). Mereka dapat dibentuk hanya dengan menjadi jauh di bawah permukaan bumi, mengalami suhu tinggi dan tekanan besar dari lapisan batuan di atasnya. Mereka dapat terbentuk dari proses tektonik seperti benua tabrakan, yang menyebabkan tekanan gesekan, horizontal dan distorsi. Mereka juga terbentuk ketika batu dipanaskan oleh intrusi batuan cair panas yang disebut magma dari interior bumi. 

Penelitian batuan metamorf (saat ini tersingkap di permukaan bumi mengikuti erosi dan pengangkatan) memberikan informasi mengenai suhu dan tekanan yang terjadi pada kedalaman besar dalam kerak bumi. Beberapa contoh batuan metamorf adalah gneiss, batu tulis, marmer, sekis, dan kuarsit. 

2. Mineral Metamorfosa 

Mineral metamorf adalah mereka yang membentuk hanya pada suhu tinggi dan tekanan yang terkait dengan proses metamorfosis. Mineral ini, yang dikenal sebagai mineral index, termasuk sillimanite, kyanite, staurolite, andalusite, dan garnet beberapa. 

Mineral lainnya, seperti olivines, pyroxenes, amfibol, mika, feldspar, dan kuarsa, dapat ditemukan dalam batuan metamorf, tetapi belum tentu hasil dari proses metamorfosis. Mineral ini terbentuk selama kristalisasi batuan beku. Mereka stabil pada suhu tinggi dan tekanan dan mungkin tetap tidak berubah kimia selama proses metamorfik. Namun, semua mineral stabil hanya dalam batas-batas tertentu, dan adanya beberapa mineral dalam batuan metamorf menunjukkan suhu perkiraan dan tekanan di mana mereka terbentuk. 

3. Foliation 

Lapisan dalam batuan metamorf disebut foliation (berasal dari kata Latin folia, yang berarti "daun"), dan itu terjadi ketika batu sedang dipersingkat sepanjang satu sumbu selama rekristalisasi. Hal ini menyebabkan kristal platy atau memanjang dari mineral, seperti mika dan klorit, menjadi diputar sedemikian rupa sehingga sumbu panjang mereka tegak lurus terhadap orientasi shortening. Hal ini menghasilkan batu banded, atau foliated, dengan band-band yang menunjukkan warna mineral yang membentuk mereka. 

Tekstur dipisahkan ke dalam kategori foliated dan non-foliated. Batu foliated adalah produk dari stres diferensial yang deformasi batuan dalam satu pesawat, kadang-kadang menciptakan pesawat belahan dada. Misalnya, batu tulis adalah batuan metamorf foliated, berasal dari shale. Non-foliated batu tidak memiliki pola planar strain. 

4. Tekstur 

Kelima tekstur metamorf dasar dengan jenis batuan khas adalah abu kebiru-biruan (termasuk batu tulis dan phyllite, foliation disebut "belahan dada abu kebiru-biruan"), schistose (termasuk sekis, foliation disebut "schistosity"), gneissose (gneiss, foliation disebut "gneissosity "), granoblastic (termasuk granulite, beberapa kelereng dan kuarsit), dan hornfelsic (termasuk hornfels dan forsiterite). 

5. Pembagian Jenis Batuan 
  • Batuan Metamorf Kontak 
Batuan yang mengalami metamorfose sebagai akibat dari adanya suhu yang sangat tinggi (sebagai akibat dari aktivitas magma). Adanya suhu yang sangat tinggi menyebabkan terjadinya perubahan bentuk maupun warna batuan. Contohnya batu kapur (gamping) menjadi marmer. 
  • Batuan Metamorf Dinamo 
Batuan yang mengalami metamorfose sebagai akibat dari adanya tekanan yang tinggi (berasal dari tenaga endogen) dalam waktu yang lama. Contohnya batu lumpur (mud stone) menjzdi batu tulis (slate). Batuan ini banyak dijumpai di daerah patahan atau lipatan. 
  • Batuan Metamorf Kontak Pneumatolistis 
Batuan yang mengalami metamorfose sebagai akibat dari adanya pengaruh gas-gas yang ada pada magma. Contohnya kuarsa dengan gas fluorium berubah menjadi topas.



NB: Tulisan di atas masih kurang lengkap karena tidak di sertakan gambar dari contoh-contoh mineral atau sample yang di tampilkan di dalam pembahasan di atas.




BACA DAN DOWNLOAD

FILE SELENGKAPNYA

DI SCRIBD



Salam Bang Dayat



Read More »

Mineral Silikat dan Non Silikat

7 komentar


Mineral Silikat dan Non Silikat


Mineral adalah bahan alamiah yang bersifat an-organik, biasanya berbentuk kristal, terdiri dari satu unsur dengan komposisi kimia tetap dan memiliki sifat-sifat fisik tertentu. Dari definisi ini jelaslah bahwa dalam geologi, batubara, minyak bumi endapan kersik dan mineral buatan manusia tidak dapat dikategorikan sebagai mineral.

Mineral adalah suatu bahan atau unsur kimia, gabungan kimia atau suatu campuran dari gabungan-gabungan kimia anorganis, sebagai hasil dari proses-proses fisis dan kimia khusus secara alami. Mineral merupakan suatu bahan yang homogen dan mempunyai susunan atau rumus kimia tertentu. Bila kondisi memungkinkan, mendapat suatu struktur yang sesuai, di mana ditentukan bentuknya dari kristal dan sifat-sifat fisisnya.

Klasifikasi /pengelompokan mineral yang digunakan berdasarkan klasifikasi menurut James D.Dana (dalam Kraus, Hunt,dan Ramsdell, 1951) yang didasarkan pada kemiripan komposisi kimia dan struktur kristal, adalah mineral silikat dan non silikat.

A. Mineral Silikat

Silicat merupakan 25% dari mineral yang dikenal dan 40% dari mineral yang dikenali. Hampir 90 % mineral pembentuk batuan adalah dari kelompok ini, yang merupakan persenyawaan antara silikon dan oksigen dengan beberapa unsur metal. Karena jumlahnya yang besar, maka hampir 90 % dari berat kerak-Bumi terdiri dari mineral silikat, dan hampir 100 % dari mantel Bumi (sampai kedalaman 2900 Km dari kerak Bumi). Silikat merupakan bagian utama yang membentuk batuan baik itu sedimen, batuan beku maupun batuan malihan (metamorf).

1. Olivine

Olivine sebenarnya adalah sebuah nama untuk seri antara dua anggota end, fayalit dan forsterit. Fayalit adalah anggota yang kaya zat besi dengan formula murni Fe2SiO4. Forsterit adalah anggota yang kaya magnesium dengan formula murni Mg2SiO4. Kedua mineral membentuk serangkaian mana besi dan magnesium yang menggantikan satu sama lain tanpa banyak berpengaruh pada struktur kristal. Fayalit karena kandungan zat besi yang memiliki indeks bias lebih tinggi, lebih berat dan memiliki warna lebih gelap dari forsterit. Jika tidak, mereka sulit untuk membedakan dan hampir semua spesimen dari dua mineral mengandung besi dan magnesium. Demi kesederhanaan dan pengakuan masyarakat umum, mereka sering diperlakukan sebagai salah satu mineral, olivin. Olivine, namun tidak secara resmi diakui sebagai mineral (lihat non-mineral seperti apophyllite, turmalin, mika, serpentin, klorit dan apatit).

Olivine dikenal dengan banyak nama. Selain nama-nama yang sebenarnya mineral, forsterit dan fayalit, ini dikenal sebagai "cempaka", "evening emerald" dan peridot. The cempaka Istilah adalah nama Jerman tua yang diterapkan pada gemmy olivine, tapi sekarang hanya kadang-kadang digunakan untuk merujuk kepada cahaya olivin hijau kekuningan. Evening emerald adalah nama yang diberikan untuk berbagai batu permata olivin itu, peridot, oleh beberapa perhiasan dalam beberapa upaya untuk meningkatkan nilai nyata dari batu.

Batu permata berbagai olivin, yang dikenal sebagai peridot, merupakan salah satu yang paling mispronounced nama batu permata. Pengucapan yang benar telah peridot berima dengan doe atau depot. Tapi peridot sering diucapkan salah sehingga berima dengan dot. Peridot adalah birthstone Agustus dan biasanya batu permata berwarna sangat terjangkau. Sayangnya sering dibandingkan dengan hijau gelap kaya zamrud dan dalam perbandingan ini ditemukan kurang. Tapi peridot memiliki sendiri unik hijau-kuning warna yang berbeda dari zamrud dan perbandingan ini agak tidak adil. Peridot Kebanyakan sebenarnya adalah magnesium yang kaya forsterit dan warnanya disebabkan oleh adanya ion besi. Kadar besi tinggi fayalit itu membuat untuk lebih gelap, spesimen kurang menarik yang tidak umum digunakan sebagai batu permata. The peridot berwarna terbaik memiliki persentase besi kurang dari 15% dan termasuk nikel dan kromium sebagai elemen yang juga dapat berkontribusi warna peridot terbaik. 

Olivine juga ditemukan di banyak meteorit besi-nikel. Bukan hanya sebagai butir kristal kecil tapi secara nyata berukuran terkadang menduduki lebih dari 50% dari volume meteorit. Tipis memotong irisan dari meteorit sangat menarik dengan baja dipoles abu-abu besi dan biji-bijian tertanam olivin hijau gemmy. Efeknya menghasilkan mineral terdekat setara dengan karya seni kaca patri.

2. Pyroxene

Mineral piroksen adalah inosilicates dari 2O6 XY rumus umum (Si, Al). X, merupakan ion seperti kalsium, natrium, besi dan magnesium +2 dan lebih jarang seng, mangan dan lithium. Y, merupakan ion pada umumnya berukuran lebih kecil seperti kromium, aluminium, besi +3, magnesium, mangan, skandium, titanium, vanadium dan bahkan besi +2. Aluminium, sementara umumnya menggantikan silikon dalam silikat lainnya, tidak sering menggantikan silikon dalam sebuah piroksen.

Struktur piroksen khas berisi rantai SiO3 tetrahedrons bahwa setiap orang berganti lainnya dari sisi kiri ke sisi kanan rantai. Setiap tetrahedrons memiliki satu sisi datar yang terletak di "dasar" dari struktur seolah-olah seluruh rantai adalah rantai terhubung tiga piramida sisi pada padang pasir datar. Ketertiban dari tetrahedrons berarti bahwa mereka mengulangi setiap tiga tetrahedrons, yaitu. kiri-kanan-kiri. Struktur rantai menjelaskan prismatik umum untuk karakter berserat dari anggota kelompok ini. Kemiringan piramida tetrahedral membantu untuk menentukan sudut pembelahan pyroxenes di hampir 90o derajat (sebenarnya 93o dan 87o).

Para pyroxenes adalah kelompok penting di antara inosilicates dirantai tunggal. Mereka adalah mineral batuan yang biasa membentuk dan terwakili dalam batuan metamorf yang paling beku dan banyak. Kehadiran mereka di batu menunjukkan suhu tinggi kristalisasi dengan kekurangan air. Jika air hadir, amphibole dirantai ganda kemungkinan besar telah terbentuk sebagai gantinya. The piroksen Nama berasal dari kata Yunani untuk kebakaran dan asing di sebuah kiasan palsu kehadiran mengejutkan mereka di lava vulkanik. Pyroxenes kadang-kadang dilihat sebagai kristal tertanam dalam gelas vulkanik dan asumsi adalah bahwa mereka adalah kotoran di kaca, maka istilah "orang asing api". Namun pyroxenes hanya mineral membentuk awal yang mengkristal sebelum lava meletus.

3. Hornblende

Hornblende sebenarnya adalah nama yang diberikan untuk serangkaian mineral yang agak sulit dibedakan dengan cara biasa. Ion besi, magnesium dan aluminium bebas dapat menggantikan satu sama lain dan bentuk apa yang telah dibedakan sebagai mineral terpisah. Mineral diberi nama Magnesio-hornblende, Ferrohornblende, Alumino-ferro-hornblende dan Alumino-magnesio-hornblende. Mineral ini jelas nama untuk kimia mereka meskipun ada sedikit untuk membedakan mereka di lapangan. Anggota besi kaya seri adalah hitam yang lebih gelap dan kurang mungkin tembus.

Hornblende tidak sering mineral koleksi karena kristal yang baik agak sulit untuk menemukan meskipun mineral tersebar luas. Hal ini hampir selalu buram dan hitam dan tidak sangat menarik. Namun beberapa spesimen yang luar biasa dan membuat spesimen yang berharga. Beberapa kristal dapat tumbuh ke ukuran yang cukup besar beberapa meter panjang dan hampir di seluruh kaki. Spesimen lainnya dapat hornblende cluster acicular atau jarum agregat kristal tipis. Banyak kali spesimen dari mineral lebih berharga akan beraksen oleh kristal hitam buram hornblende.

4. Biotite

Biotit adalah mineral batuan yang biasa membentuk, yang hadir dalam setidaknya beberapa persentase yang paling beku dan baik regional dan kontak batuan metamorf. Yang hitam khas untuk warna coklat dari biotit adalah karakteristik meskipun sulit untuk membedakan biotit cokelat dari phlogopite coklat gelap. Keduanya benar-benar berakhir anggota dalam seri yang tergantung pada persentase besi. Phlogopite adalah besi miskin dan biotit adalah besi kaya. Peningkatan warna dan kerapatan gelap dengan peningkatan kandungan zat besi. Biotit cenderung terbentuk dalam jangkauan yang lebih luas dibandingkan dengan kondisi phlogopite yang terbatas terutama untuk batuan ultramafik dan kelereng yang kaya magnesium dan pegmatites.

Biotit, seperti mika lainnya, memiliki struktur berlapis lembaran aluminium magnesium silikat besi lemah terikat bersama-sama oleh lapisan ion kalium. Lapisan-lapisan ion kalium menghasilkan belahan dada yang sempurna. Biotit jarang dianggap sebagai spesimen mineral berharga, tetapi dapat menemani mineral lain dan memuji mereka. Dalam Bancroft, Ontario biotit membentuk kristal besar dengan apatit hijau dan hornblende. Piring besar tunggal atau "buku" dari biotit dapat tumbuh ke ukuran yang cukup besar dan dapat membuat spesimen mineral mengesankan. Weathered kristal kecil biotit bisa tampak kuning keemasan dengan kilauan yang bagus memproduksi "Emas bodoh" yang telah tertipu banyak.

5. Orthoclase

Orthoclase adalah polimorf mineral lain yang berbagi kimia yang sama, namun memiliki struktur kristal yang berbeda. Jika identifikasi positif antara mineral tidak dapat dibuat dengan metode lapangan, maka spesimen hanya dapat disebut sebagai feldspar kalium atau K-spar. Feldspar plagioklas kekurangan potasium, berwarna ringan dan biasanya lurik. K-spar lainnya mineral sanidine, microcline dan anorthoclase. Orthoclase adalah lebih umum dari k-spar.

Perbedaan antara mineral kecil dalam sampel tangan. Microcline cenderung lebih berwarna dan merupakan satu-satunya yang dapat, tetapi tidak selalu, warna biru-hijau (amazonite). Orthoclase tidak menunjukkan kembar pipih yang umum di microcline dan kadang-kadang hadir sebagai striations pada permukaan belahan dada.

Sanidine dan anorthoclase biasanya memiliki kebiasaan kristal diratakan. Selain itu, lingkungan pembentukan adalah hanya tangan petunjuk sampel lainnya untuk membedakan orthoclase dari sanidine atau anorthoclase. Orthoclase adalah k-spar utama granit dan syenites yang didinginkan cukup cepat. Sanidine dan anorthoclase merupakan konstituen umum dalam batuan beku ekstrusif seperti rhyolites, di mana batu didinginkan dengan cepat. Sifat optik dan x-ray teknik adalah satu-satunya cara pasti untuk membedakan orthoclase dari sanidine, microcline dan anorthoclase.

Orthoclase bentuk pada suhu penengah antara bidang stabilitas sanidine dan microcline. Pada 400 derajat C atau kurang, microcline adalah struktur yang stabil untuk KAlSi3O8. Antara sekitar 500 derajat C dan 900 derajat C, orthoclase adalah struktur yang stabil. Dan di atas sekitar 900 derajat C, sanidine adalah struktur yang stabil. Perbedaan antara struktur hanya dalam keacakan dari atom aluminium dan silikon. Di microcline ion yang diperintahkan, dan ini menghasilkan simetri yang lebih rendah dari triklinik (ya, agar lebih menghasilkan simetri yang lebih rendah, lihat pembahasan dalam simetri). Dengan suhu yang lebih tinggi posisi dari aluminums dan SiliconS menjadi lebih teratur dan menghasilkan simetri monoklinik dari orthoclase dan akhirnya, sanidine.

6. Muscovite

Moskovit adalah mineral batuan yang biasa membentuk dan ditemukan dalam batuan beku, batuan sedimen detrital dan metamorf. Moskow memiliki struktur berlapis lembaran aluminium silikat lemah terikat bersama-sama oleh lapisan ion kalium. Lapisan-lapisan ion kalium menghasilkan belahan dada yang sempurna dari muskovit. Meskipun memiliki belahan dada mudah seperti, lembar belahan dada cukup tahan lama dan sering ditemukan di pasir yang telah mengalami erosi yang jauh dan transportasi yang akan menghancurkan mineral yang paling lainnya. Para lembar muskovit juga memiliki panas tinggi dan sifat isolasi listrik dan digunakan untuk membuat komponen electical banyak. Lembar Moskovit digunakan untuk jendela oven dapur sebelum bahan sintetis menggantikan mereka.

Moskovit tidak sering berharga sebagai spesimen mineral tetapi sering dikaitkan dengan mineral lain keindahan extrodinary dan nilai. Beberapa kristal muskovit sangat bagus menemani mineral berharga seperti turmalin, topaz, beryl, almandine dan lain-lain. Berbagai kembar langka dari Brazil membentuk lima bintang kuning runcing dan disebut "Star Moskow". Berbagai hijau tua ini disebut fuchsite dan diwarnai oleh inpurities kromium.

7. Quartz

Quartz adalah mineral yang paling umum di muka bumi. Hal ini ditemukan di hampir setiap lingkungan geologi dan setidaknya komponen hampir setiap jenis batuan. Ini sering merupakan mineral utama,> 98%. Hal ini juga yang paling beragam dalam hal varietas, warna dan bentuk. Varietas ini muncul karena dari kelimpahan dan distribusi luas kuarsa. Seorang kolektor dengan mudah bisa memiliki ratusan spesimen kuarsa dan tidak memiliki dua yang sama karena kategori banyak.

Quartz adalah mineral bukan hanya terdiri dari SiO2. Ada tidak kurang dari delapan struktur yang dikenal lainnya yang terdiri dari SiO2. Zat-zat lain dan kuarsa polimorf dari silikon dioksida dan milik kelompok informal yang dikenal sebagai Kelompok Quartz atau Group Silika. Semua anggota kelompok ini, kecuali kuarsa, yang jarang extemely langka di permukaan bumi dan stabil hanya di bawah suhu tinggi dan tekanan tinggi atau keduanya. Mineral ini memiliki struktur unik mereka sendiri meskipun mereka berbagi kimia yang sama, maka istilah polimorf, yang berarti banyak bentuk.

Quartz memiliki struktur yang unik. Sebenarnya, ada satu mineral yang berbagi struktur kuarsa, dan itu bahkan bukan silikat. Ini adalah fosfat yang langka bernama berlinite, AlPO4, yang isostructural dengan kuarsa. Struktur kuarsa melibatkan corkscrewing (helix) rantai tetrahedrons silikon. Kotrek mengambil empat tetrahedrons untuk terulang, atau tiga putaran. Setiap tetrahedron dasarnya diputar 120 derajat. Rantai sejajar sepanjang sumbu C kristal dan saling berhubungan dengan dua rantai lain pada setiap tetrahedron membuat kuarsa yang tectosilicate benar. Struktur ini tidak seperti struktur silikat rantai atau inosilicates yang silikat rantai tetrahedronal tidak langsung terhubung satu sama lain. Struktur kuarsa membantu menjelaskan banyak atribut fisiknya.

Quartz adalah mineral menyenangkan untuk dikumpulkan. Kelimpahan di permukaan bumi adalah luar biasa dan menghasilkan beberapa varietas indah yang bahkan tidak terlihat seperti mineral yang sama. Seorang kolektor harus selalu di atas banyak jenis kuarsa dan kadang-kadang malu untuk kolektor telah mengumpulkan spesimen terlalu banyak seperti mineral umum. Tapi hampir semua kolektor mengakui bahwa Anda tidak pernah dapat benar-benar memiliki cukup spesimen kuarsa. Perhatikan bahwa kuarsa hampir komponen mendefinisikan geodes kebanyakan. Bentuk batu akik biasanya melapisi rongga aslinya, menciptakan shell tahan lama mengandung mineral pertumbuhan berikutnya, yang itu sendiri sering kristal kuarsa dari satu atau lebih varietas. Geodes dari Brasil adalah contoh yang baik, sebagai lapisan batu akik terdiri dari shell, dilapisi dengan susu dan / atau kristal kuarsa berwarna, diatapi dengan amethyst.

8. Mineral Plagioclase Ca

· Anorthite

Anorthite adalah anggota akhir dan salah satu anggota jarang dari seri plagioklas. Seri plagioklas terdiri dari mineral yang berkisar dalam komposisi kimia dari murni NaAlSi3 O8, albite ke murni CaAl2 Si2 O8, anorthite. Anorthite menurut definisi harus mengandung natrium lebih dari 10% dan tidak ada kalsium kurang dari 90% dalam posisi natrium / kalsium dalam struktur kristal. Para feldspar plagioklas berbagai diidentifikasi dari satu sama lain dengan gradasi dalam indeks bias dan kepadatan dalam ketiadaan analisis kimia dan / atau pengukuran optik.

Semua feldspar plagioklas menunjukkan jenis kembar yang dinamai albite. Twinning Hukum albite menghasilkan tumpukan lapisan kembar yang biasanya fraksi hanya milimeter beberapa milimeter tebal. Lapisan kembar dapat dilihat sebagai pergoresan seperti lekukan pada permukaan kristal dan tidak seperti striations sejati ini juga muncul di permukaan belahan dada. Kembar Hukum Carlsbad menghasilkan apa yang tampaknya menjadi dua kristal intergrown tumbuh di arah yang berlawanan. Dua undang-undang kembar yang berbeda, hukum Manebach dan Baveno, menghasilkan kristal dengan satu pesawat cermin menonjol dan sudut penetrasi atau takik ke dalam kristal. Meskipun kristal kembar yang umum, kristal tunggal menunjukkan kembar yang sempurna jarang dan sering dikumpulkan oleh peternak kembar.

9. Mineral Plagioclase Ca – Na

Bytownite

Bytownite adalah serangkaian anggota plagioklas agak jarang. Seri plagioklas terdiri dari mineral yang berkisar dalam komposisi kimia dari murni NaAlSi3 O8, albite ke murni CaAl2 Si2 O8, anorthite. Bytownite menurut definisi harus mengandung sodium 30-10% kalsium 70-90% di posisi natrium / kalsium dalam struktur kristal. Para feldspar plagioklas berbagai diidentifikasi dari satu sama lain dengan gradasi dalam indeks bias dan kepadatan dalam ketiadaan analisis kimia dan / atau pengukuran optik.

Semua feldspar plagioklas menunjukkan jenis kembar yang dinamai albite. Twinning Hukum albite menghasilkan tumpukan lapisan kembar yang biasanya fraksi hanya milimeter beberapa milimeter tebal. Lapisan kembar dapat dilihat sebagai pergoresan seperti lekukan pada permukaan kristal dan tidak seperti striations sejati ini juga muncul di permukaan belahan dada. Kembar Hukum Carlsbad menghasilkan apa yang tampaknya menjadi dua kristal intergrown tumbuh di arah yang berlawanan. Dua undang-undang kembar yang berbeda, hukum Manebach dan Baveno, menghasilkan kristal dengan satu pesawat cermin menonjol dan sudut penetrasi atau takik ke dalam kristal. Meskipun kristal kembar yang umum, kristal tunggal menunjukkan kembar yang sempurna jarang dan sering dikumpulkan oleh peternak kembar.

Labradorite

Labradorit benar-benar memukau mineral indah. Mineral Its pesona yang tidak sepenuhnya menyadari dan dapat diabaikan jika tidak dilihat dari posisi yang tepat. Umumnya kusam, mineral tampak gelap dengan tidak ada kebajikan khusus sampai Shiller berwarna-warni diamati bersinar di permukaan. Labradorit dapat menghasilkan permainan warna-warni cahaya di seluruh pesawat belahan dada dan di bagian irisan yang disebut labradorescence. Biasanya warna intens berkisar dari blues yang khas dan violet melalui hijau, kuning dan jeruk. Beberapa spesimen langka menampilkan semua warna ini secara bersamaan.

Layar warna dari intergrowths pipih di dalam kristal. Ini intergrowths akibat kimia kompatibel pada suhu tinggi menjadi tidak kompatibel pada suhu yang lebih rendah dan dengan demikian memisahkan dan layering dari dua tahap. Efek warna yang dihasilkan disebabkan oleh sinar cahaya yang masuk lapisan dan menjadi dibiaskan bolak-balik dengan lapisan yang lebih dalam. Ini dibiaskan ray diperlambat oleh perjalanan tambahan melalui lapisan dan campuran dengan sinar lain untuk menghasilkan sinar cahaya keluar yang memiliki panjang gelombang yang berbeda daripada ketika ia pergi masuk Panjang gelombang bisa sesuai dengan panjang gelombang warna tertentu, seperti biru .

Efeknya tergantung pada ketebalan dan orientasi dari lapisan. Jika lapisan terlalu tebal atau terlalu tipis tidak ada Shiller warna terlihat. Juga jika pemirsa tidak mengamati dari sudut yang tepat atau jika cahaya tidak dipasok dari sudut yang tepat maka tidak ada Shiller warna terlihat. Labradorescence ini benar-benar salah satu dari jenis pengalaman mineralogi dan harus diamati secara langsung dalam rangka untuk benar-benar menghargai keindahannya.

Andesine

Andesin hanya konstituen minor di kebanyakan granit dan syenites. Tetapi adalah feldspar yang dominan dalam batuan tertentu yang disebut, tepat andesit. Hal ini juga ditemukan di beberapa batuan metamorf sebagai konstituen minor.

Andesin adalah anggota dari Grup Feldspar Plagioklas. Seri plagioklas terdiri dari mineral yang berkisar dalam komposisi kimia dari murni NaAlSi3 O8, albite ke murni CaAl2 Si2 O8, anorthite. Andesin menurut definisi harus mengandung sodium 70-50% kalsium 30-50% di posisi natrium / kalsium dari struktur kristal. Para feldspar plagioklas berbagai diidentifikasi dari satu sama lain dengan gradasi dalam indeks bias dan kepadatan dalam ketiadaan analisis kimia dan / atau pengukuran optik.

Semua feldspar plagioklas menunjukkan jenis kembar yang dinamai albite. Twinning Hukum albite menghasilkan tumpukan lapisan kembar yang biasanya fraksi hanya milimeter beberapa milimeter tebal. Lapisan kembar dapat dilihat sebagai pergoresan seperti lekukan pada permukaan kristal dan tidak seperti striations sejati ini juga muncul di permukaan belahan dada. Kembar Hukum Carlsbad menghasilkan apa yang tampaknya menjadi dua kristal intergrown tumbuh di arah yang berlawanan. Dua undang-undang kembar yang berbeda, hukum Manebach dan Baveno, menghasilkan kristal dengan satu pesawat cermin menonjol dan sudut penetrasi atau takik ke dalam kristal. Meskipun kristal kembar yang umum, kristal tunggal menunjukkan kembar yang sempurna jarang dan sering dikumpulkan oleh peternak kembar.

Oligoclase

Oligoclase bukanlah mineral terkenal, tetapi telah digunakan sebagai batu semi mulia di bawah nama sunstone dan moonstone. Sunstone memiliki kilatan warna kemerahan yang disebabkan oleh inklusi dari hematit. Moonstone menunjukkan shimmer menyala mirip dengan labradorescence, tetapi kurang dalam warna. Layar dihasilkan dari intergrowths pipih di dalam kristal. Ini intergrowths akibat kimia kompatibel pada suhu tinggi menjadi tidak kompatibel pada suhu yang lebih rendah dan dengan demikian memisahkan dan layering dari dua tahap. Efek shimmer yang dihasilkan disebabkan oleh sinar cahaya yang masuk lapisan dan menjadi dibiaskan bolak-balik dengan lapisan yang lebih dalam sebelum keluar kristal. Ini dibiaskan ray memiliki karakter yang berbeda dari ketika masuk dan menghasilkan cahaya moonlike. Moonstone adalah birthstone alternatif untuk bulan Juni.

Oligoclase adalah anggota dari Grup Feldspar Plagioklas. Seri plagioklas terdiri dari mineral yang berkisar dalam komposisi kimia dari murni NaAlSi3 O8, albite ke murni CaAl2 Si2 O8, anorthite. Oligoclase menurut definisi harus mengandung sodium 90-70% kalsium 10-30% di posisi natrium / kalsium dari struktur kristal. Para feldspar plagioklas berbagai diidentifikasi dari satu sama lain dengan gradasi dalam indeks bias dan kepadatan dalam ketiadaan analisis kimia dan / atau pengukuran optik.

Semua feldspar plagioklas menunjukkan jenis kembar yang dinamai albite. Twinning Hukum albite menghasilkan tumpukan lapisan kembar yang biasanya fraksi hanya milimeter beberapa milimeter tebal. Lapisan kembar dapat dilihat sebagai pergoresan seperti lekukan pada permukaan kristal dan tidak seperti striations sejati ini juga muncul di permukaan belahan dada. Kembar Hukum Carlsbad menghasilkan apa yang tampaknya menjadi dua kristal intergrown tumbuh di arah yang berlawanan. Dua undang-undang kembar yang berbeda, hukum Manebach dan Baveno, menghasilkan kristal dengan satu pesawat cermin menonjol dan sudut penetrasi atau takik ke dalam kristal. Meskipun kristal kembar yang umum, kristal tunggal menunjukkan kembar yang sempurna jarang dan sering dikumpulkan oleh peternak kembar.

10. Mineral Plagioclase Na

Albite

Albite adalah felspar umum dan merupakan "poros" mineral dari dua seri feldspar yang berbeda. Hal ini paling sering dikaitkan dengan seri plagioklas mana itu adalah anggota akhir seri ini. Seri plagioklas terdiri felspars yang berkisar dalam komposisi kimia dari murni NaAlSi3 O8 untuk murni CaAl2 Si2 O8. Para feldspar plagioklas berbagai diidentifikasi dari satu sama lain dengan gradasi dalam indeks bias dan kepadatan dalam ketiadaan analisis kimia dan / atau pengukuran optik. Albite juga merupakan anggota akhir alkali atau K-feldspar yang berkisar dari seri murni NaAlSi3 O8 untuk murni KAlSi3 O8. Seri ini hanya ada pada suhu tinggi dengan sanidine mineral kalium yang, K, anggota end kaya. Pada suhu yang lebih rendah, K-feldspar akan terpisah dari albite dalam proses yang disebut larutan padat. Albite akan membentuk lapisan di dalam k-feldspar kristal. Beberapa kali lapisan ini adalah discernable dengan mata telanjang dan batu disebut sebagai perthite. Albite menurut definisi harus mengandung sodium kurang dari 90% dan tidak lebih dari 10% dari baik kalium dan / atau kalsium dalam posisi kation dalam struktur kristal ..

Albite adalah yang terakhir dari feldspar mengkristal dari batuan cair. Proses kristalisasi dari tubuh batuan cair berfungsi untuk mengisolasi elemen langka dalam tahap terakhir dari kristalisasi dan karena itu menghasilkan spesies mineral langka. Jadi albite sering ditemukan dengan beberapa mineral langka dan indah indah. Meskipun biasanya bukan mineral koleksi yang luar biasa dalam dirinya sendiri, albite dapat menjadi mineral aksesori bagus untuk spesies mineral lainnya. Berbagai terkait dengan turmalin disebut cleavelandite dan membentuk kristal sangat tipis, platy, putih dan kadang-kadang sangat transparan.

Semua feldspar plagioklas menunjukkan jenis kembar yang dinamai albite. Twinning Hukum albite menghasilkan tumpukan lapisan kembar yang biasanya fraksi hanya milimeter beberapa milimeter tebal. Lapisan kembar dapat dilihat sebagai pergoresan seperti lekukan pada permukaan kristal dan tidak seperti striations sejati ini juga muncul di permukaan belahan dada. Kembar Hukum Carlsbad menghasilkan apa yang tampaknya menjadi dua kristal intergrown tumbuh di arah yang berlawanan. Dua undang-undang kembar yang berbeda, hukum Manebach dan Baveno, menghasilkan kristal dengan satu pesawat cermin menonjol dan sudut penetrasi atau takik ke dalam kristal. Meskipun kristal kembar yang umum, kristal tunggal menunjukkan kembar yang sempurna jarang dan sering dikumpulkan oleh peternak kembar.

B. Mineral Non Silikat

1. Kelompok Native Element (Unsur Murni)

Native element atau unsur murni ini adalah kelas mineral yang dicirikan dengan hanya memiliki satu unsur atau komposisi kimia saja. Mineral pada kelas ini tidak mengandung unsur lain selain unsur pembentuk utamanya. Pada umumnya sifat dalam (tenacity) mineralnya adalah malleable yang jika ditempa dengan palu akan menjadi pipih, atau ductile yang jika ditarik akan dapat memanjang, namun tidak akan kembali lagi seperti semula jika dilepaskan. Kelas mineral native element ini terdiri dari tiga bagian yaitu:.

1. Metal dan element intermetalic (logam). Contohnya: Emas (Au), Perak (Ag), Platina (Pt) dan Tembaga (Cu). Sistem kristalnya adalah isometrik.

2. Semimetal (Semi logam). Contohnya: Bismuth (Bi), Arsenic (As), yang keduanya memiliki sistem kristalnya adalah hexagonal.

3. Non metal (bukan logam). Contohnya Intan, Graphite dan Sulfur. Sistem kristalnya dapat berbeda-beda, seperti sulfur sistem kristalnya orthorhombic, intan sistem kristalnya isometric, dan graphite sistem kristalnya adalah hexagonal. Pada umumnya, berat jenis dari mineral-mineral ini tinggi, kisarannya sekitar 6.

a. Logam

1) Aurum (Au)

Emas telah banyak digunakan di dunia sebagai kendaraan untuk moneter tukar, baik dengan penerbitan dan pengakuan koin emas atau jumlah besi kosong, atau melalui konversi kertas instrumen-gold dengan mendirikan standar emas di mana nilai total uang yang dikeluarkan diwakili di toko cadangan emas. Selain itu, emas juga berfungsi sebagai alat investasi, industri, komersial kimia dan yang paling umum digunakan sebagai perhiasan. 

2) Cuprum (Cu)

Cuprum atau tembaga biasa digunakan sebagai bahan peralatan listrik (kabel) dan bahan campuran logam (kuningan, perunggu). Bahkan oleh manusia purba digunakan sebagai perabotan dan senjata, serta perlengkapan ritual kepercayaan.

3) Platinum (Pt)

Digunakan untuk perhiasan, kimia dan kegunaan industri lainnya serta stabilizer mata uang. Platinum biasa digunakan sebagai perhiasan dengan istilah emas putih karena kilaunya lebih indah dari emas, selain itu juga digunakan sebagai bahan instrumen mekanik dan listrik dengan presisi tinggi, serta sebagai katalis (pereaksi) dalam kimia analisis.

b. Semi Logam

1) Bismuth (Bi)

Sebuah bijih bismut dan sebagai spesimen mineral dan Karena titik penggabungannya yang rendah, Bismuth utamanya digunakan sebagai bahan campuran logam. Selain itu, juga digunakan sebagai bahan dalam industri farmasi dan kosmetik.

2) Arsenik (As)

Sampai saat ini, Arsenik belum dapat diketahui manfaat lain selain menjadi bahan racun, termasuk yang meracuni tokoh pembela HAM, Munir.

c. Non-logam

1) Intan (C)

Merupakan karbon, sama seperti grafit, tetapi karena kenampakkannya yang indah dengan kemampuan dispersi cahaya yang besar, sehingga sering digunakan sebagai batu mulia dan perhiasan.

Selain itu, kekerasannya menjadi standar tertinggi, sehingga digunakan dalam industri sebagai alat pemotong atau mata bor.

2) Sulfur (S)

Sulfur digunakan sebagai bahan utama pembuatan asam sulfur, vulkanisasi karet sehingga menjadi ban, bahan peledak, fungisida, dan pupuk.


2. Kelompok Sulfida

Kelas mineral sulfida atau dikenal juga dengan nama sulfosalt ini terbentuk dari kombinasi antara unsur tertentu dengan sulfur (belerang) (S2-). Pada umumnya unsure utamanya adalah logam (metal).

Pembentukan mineral kelas ini pada umumnya terbentuk disekitar wilayah gunung api yang memiliki kandungan sulfur yang tinggi. Proses mineralisasinya terjadi pada tempat-tempat keluarnya atau sumber sulfur. Unsur utama yang bercampur dengan sulfur tersebut berasal dari magma, kemudian terkontaminasi oleh sulfur yang ada disekitarnya. Pembentukan mineralnya biasanya terjadi dibawah kondisi air tempat terendapnya unsur sulfur. Proses tersebut biasanya dikenal sebagai alterasi mineral dengan sifat pembentukan yang terkait dengan hidrotermal (air panas).

Mineral kelas sulfida ini juga termasuk mineral-mineral pembentuk bijih (ores). Dan oleh karena itu, mineral-mineral sulfida memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi. Khususnya karena unsur utamanya umumnya adalah logam. Pada industri logam, mineral-mineral sulfides tersebut akan diproses untuk memisahkan unsur logam dari sulfurnya.

Beberapa penciri kelas mineral ini adalah memiliki kilap logam karena unsur utamanya umumnya logam, berat jenis yang tinggi dan memiliki tingkat atau nilai kekerasan yang rendah. Hal tersebut berkaitan dengan unsur pembentuknya yang bersifat logam. Beberapa contoh mineral sulfides yang terkenal adalah pirit (FeS2), Kalkosit (Cu2S), Galena (PbS), sphalerite (ZnS), dan Kalkopirit (CuFeS2) .Dan termasuk juga didalamnya selenides, tellurides, arsenides, antimonides, bismuthinides dan juga sulfosalt.

a. Pyrit (FeS2)

Dalam industri, Pirit diolah menjadi asam sulfur dengan metode bilik timbal. Serbuk Pirit juga digunakan dalam pengmurnian besi, emas, tembaga, kobalt, dan nikel.

b. Kalkosit (Cu2S)

Dengan keberadaannya yang cukup langka, Kalkosit yang mengandung banyak unsur tembaga (Cuprum) menjadi sumber tambang yang penting.

c. Galena (PbS)

Karena terdapat banyak di alam, Galena menjadi bijih timbal yang utama dalam pertambangan.

d. Sphalerite [(Zn, Fe) S]

Dengan keberadaannya yang sangat melimpah di alam, Sphalerite menjadi mineral bijih seng yang utama dalam pertambangan. Terkadang juga menghasilkan produk sampingan berupa Kadmium, Galium, dan Indium.

e. Kalkopirit (CuFeS2)

Dengan keberadaan yang sangat melimpah di alam, Kalkopirit menjadi sumber utama dalam memperoleh tembaga dengan persentase 80% dari ekstraksi tembaga di dunia. Kalkopirit juga menghasilkan produk sampingan, yaitu emas dan perak.


3. Kelompok Oksida

Mineral oksida terbentuk akibat kombinasi unsur tertentu dengan gugus anion oksida (O2-) dan akibat persenyawaan langsung antara oksigen dan unsur tertentu. Susunannya lebih sederhana dibanding silikat. Mineral oksida umumnya lebih keras dibanding mineral lainnya kecuali silikat. Mereka juga lebih berat kecuali sulfida. Unsur yang paling utama dalam oksida adalah besi, chrome, mangan, timah dan aluminium. Beberapa mineral oksida yang paling umum adalah, korondum (Al2O3), hematit (Fe2O3) dan kassiterit (SnO2).

a. Jenis X2O

1) Kuprit (Cu2O)

Kuprit memiliki sistem kristal isometrik adalah salah satu mineral bijih yang penting untuk memperoleh tembaga. Selain itu, kristal Kuprit yang transparan dipotong dan dibentuk sebagai batu mulia.

b. Jenis AX

1) Zincite (ZnO)

Karena keberadaannya yang sangat langka, Zincite lebih populer menjadi mineral koleksi daripada sebagai mineral bijih untuk seng.

c. Jenis XO2

1) Rutil (TiO2)

Sebagai mineral yang cukup jarang, Rutil sangat penting dalam hal komersial karena menjadi mineral bijih untuk logam Titanium.

2) Pirolusit (MnO2)

Pirolusit umumnya ditambang untuk komersial karena menjadi sumber untuk logam Mangan.

d. Jenis X2O3

1) Hematit (Fe2O3)

Dengan kelimpahannya di alam, menjadikan mineral ini sangat penting dalam pertambangan untuk memperoleh besi. Selain itu, mineral Hematit yang berwarna merah digunakan sebagai bahan pewarna dan semir.

2) Korundum (AL2O3)

Varietas Korundum yang tidak transparan dan menarik biasanya digunakan sebagai alat penggosok karena kekerasannya yang terkenal tinggi. Sedangkan varietas yang lain menjadi batu mulia, misalnya Safir (biru) dan Rubi (merah).

e. Jenis XY2O4

1) Spinel (MgAl2O4)

Spinel yang berwarna merah atau disebut sebagai “Rubi Spinel” dikenal sebagai batu mulia karena kenampakannya yang seperti Rubi.

2) Magnetite (Fe3O4)

Dengan kelimpahannya di alam, Magnetit adalah mineral bijih yang paling penting dan kaya akan unsur besi.


4. Kelompok Hidroksida

Mineral hidroksida terbentuk dari dan gugus hidroksil hidroksida (OH-) dan akibat pencampuran atau persenyawaan unsur-unsur tertentu dengan hidroksida (OH-). Reaksi pembentukannya dapat juga terkait dengan pengikatan dengan air. Sama seperti oksida, pada mineral hidroksida, unsur utamanya pada umumnya adalah unsur-unsur logam. Beberapa contoh mineral hidroksida adalah Manganite MnO(OH), Bauksit [FeO(OH)] dan limonite (Fe2O3.H2O).

a. Manganite MnO(OH)

Merupakan mineral yang dijadikan sebagai bijih mineral mangan dan spesimen mineral

b. Bauksit [FeO(OH)]

Sudah dikenal luas bahwa Bauksit adalah mineral bijih alumunium yang utama, apalagi dengan jumlahnya yang berlimpah di alam. Ekstraksinya dengan cara elektrolisis dalam bak Cryolite. Selain itu, Bauksit juga digunakan dalam produksi Korundum sintetis dan refraktori alumunium.

c. Limonite [Fe3O4 . 2H2O]

Limonit adalah hasil hidrasi dari Hematit (Fe3O4) yang juga berlimpah di alam. Namun demikian, tidak seperti Hematit, Limonit bukan sumber unsur besi untuk industri besi-baja yang berarti karena biasanya tercemari oleh unsur sekunder, yaitu fosfor. Varietas yang berwarna dan berkilap tanah, digunakan sebagai bahan pewarna serta kerajinan tanah liat.


5. Kelompok Halida

Kelompok ini dicirikan oleh adanya dominasi dari ion halogenelektronegatif, seperti: F-, Cl-, Br-, I-. Pada umumnya memiliki BJ yang rendah (< 5).Contoh mineralnya adalah: Halit (NaCl), Fluorit (CaF2), Silvit (KCl), dan Kriolit (Na3AlF6).

a. Halit (NaCl)

Halit atau dikenal sebagai garam dapur biasa digunakan sebagai bumbu masak karena sifat khasnya yang terasa asin dan menguatkan rasa. Selain itu, Halit juga digunakan dalam industri kimia untuk preparasi soda, asam hidroklorat, dan di samping itu, Halit juga digunakan dalam penelitian ilmiah sebagai bagian dari alat optik.

b. Fluorit (CaF2)

Fluorit digunakan dalam produksi asam hidrofluorit yang sangat penting dalam kerajinan gerabah, industri optik sebagai bahan pembuatan lensa, dan industri plastik. Di samping itu, sangat penting dalam metalurgi bauksit dan fluks untuk industri logam. Pada varietas yang tidak berwarna dan transparan, biasa digunakan sebagai lensa apokromatik dan prisma spektrografis. 

c. Sylvite (KCl)

Mineral ini sangat bermanfaat dalam pertanian sebagai pupuk karena kandungan Kalium dan Klorinnya.

d. Cryolite (Na3AlF)

Mineral ini sangat langka dan dulu digunakan sebagai fluks dalam pemurnian bauksit tetapi sekarang fungsinya digantikan oleh Fluorit. Oleh karena itu, kini hanya digunakan sebagai bahan pengkilap gerabah dan bahan utama bagi beberapa jenis kaca. 


6. Kelompok Karbonat

Merupakan persenyawaan dengan ion (CO3)2-, dan disebut “karbonat”, umpamanya persenyawaan dengan Ca dinamakan “kalsium karbonat”, CaCO3 dikenal sebagai mineral “Kalsit”. Mineral ini merupakan susunan utama yang membentuk batuan sedimen. Carbonat terbentuk pada lingkungan laut oleh endapan bangkai plankton. Carbonat juga terbentuk pada daerah evaporitic dan pada daerah karst yang membentuk gua (caves), stalaktit, dan stalagmite. Dalam kelas carbonat ini juga termasuk nitrat (NO3) dan juga Borat (BO3).

Beberapa contoh mineral yang termasuk kedalam kelas carbonat ini adalah dolomite (CaMg(CO3)2, calcite (CaCO3), dan magnesite (MgCO3). Dan contoh mineral nitrat dan borat adalah niter (NaNO3) dan borak (Na2B4O5(OH)4.8H2O).

a. Dolomite (CaMg(CO3)2

Berperan dalam beberapa semen, sebagai sumber magnesium dan sebagai spesimen mineral.

b. Kalsit (CaCO3)

Berperan Pada produksi semen dan mortar, produksi kapur, batu kapur yang digunakan dalam industri baja, industri kaca, kimia hias, batu dan menggunakan optik dan sebagai spesimen mineral.

c. Magnesit (MgCO3)

Suatu bijih dari magnesium. Karena kandungannya serta keberadaanya yang cukup melimpah di alam, Magnesit adalah sumber penting untuk memperoleh Magnesium dan garam Magnesium. Dalam bentuk perekat dan serbuk, digunakan dalam industri kertas, karet, serta farmasi.


7. Kelompok Sulfat

Sulfat terdiri dari anion sulfat (SO42-). Mineral sulfat adalah kombinasi logam dengan anion sufat tersebut. Pembentukan mineral sulfat biasanya terjadi pada daerah evaporitik (penguapan) yang tinggi kadar airnya, kemudian perlahan-lahan menguap sehingga formasi sulfat dan halida berinteraksi. Pada kelas sulfat termasuk juga mineral-mineral molibdat, kromat, dan tungstat. Dan sama seperti sulfat, mineral-mineral tersebut juga terbentuk dari kombinasi logam dengan anion-anionnya masing-masing.

Contoh-contoh mineral yang termasuk kedalam kelas ini adalah barite (barium sulfate), celestite (strontium sulfate), anhydrite (calcium sulfate), angelsit dan gypsum (hydrated calcium sulfate). Juga termasuk didalamnya mineral chromate, molybdate, selenate, sulfite, tellurate serta mineral tungstate.

a. Barit (BaSO4)

Mineral yang cukup melimpah di alam ini, merupakan mineral bijih yang paling utama bagai Barium. Selain itu, juga sebagai bahan tambahan penting untuk lumpur pengeboran minyak bumi. Barit sering digunakan sebagai bahan tambahan untuk pembuatan kertas dan karet serta bahan pewarna karena warnanya yang putih.

b. Celestite (SrSO4)

Mineral ini adalah sumber utama untuk mendapatkan logam Strontium dan garamnya juga biasa digunakan sebagai bahan utama pembuatan kembang api karena dapat menghasilkan api yang berwarna merah terang. Dalam industri, Celestite digunakan sebagai bahan campuran karet, cat, serta elemen baterai. Pada varietas yang tidak berwarna dan transparan, dapat menjadi bahan kaca serta keramik (varietas yang berkilau).

c. Anhidrit (CaSO4)

Mineral ini, terutama diperlukan untuk menghasilkan asam sulfur, dengan kandungan belerangnya, serta salah satu bahan baku kertas dan batu hias karena kenampakannya yang indah.

d. Anglesit (PbSO4)

Dengan kandungan timbalnya, mineral bijih ini diekstraksi untuk mendapatkan logam timbal dan menjadi bahan studi untuk mempelajari deposit mineral bijih secara umum.

e. Gipsum (Ca SO4. 2H2O)

Gipsum biasanya digunakan sebagai perekat pada bangunan-bangunan kuno serta bahan campuran dalam semen. Selain itu, juga dijadikan ornamen, baik untuk pahatan maupun dilebur lalu dicetak menjadi ornamen interior dalam bangunan, termasuk eternit. 


8. Kelompok Fosfat

Kelompok ini dicirikan oleh adanya gugus PO43-, dan pada umumnya memiliki kilap kaca atau lemak, contoh mineral yaitu:

a. Apatit (Ca,Sr, Pb,Na,K)5 (PO4)3(F,Cl,OH)

Mineral ini biasanya digunakan sebagai bahan baku pembuatan pupuk fosfat dan pembuatan asam fosfat. Sementara kristal yang transparan dan berwarna indah dipotong dan dibentuk menjadi batu mulia walaupun cukup lunak (kekerasan 5).

b. Vanadinite Pb5Cl(PO4)3

Mineral ini adalah mineral bijih untuk memperoleh Vanadium, bahan campuran logam, dan bahan pewarna pakaian karena warnanya yang merah sampai kuning kecoklatan.

c. Turquoise CuAl6(PO4)4(OH)8 . 5H2O

Mineral ini terutama biasa digunakan sebagai batu hiasan yang bernilai tinggi.



NB: Tulisan di atas masih kurang lengkap karena tidak di sertakan gambar dari contoh-contoh mineral atau sample yang di tampilkan di dalam pembahasan di atas.




BACA DAN DOWNLOAD

FILE SELENGKAPNYA




Salam Bang Dayat



Read More »

About Author

Foto Saya
Until we meet again in the next adventure